Memobee
News
Susu Formula Bayi di Jepang di Tarik Dari Peredaran
Susu Formula Bayi di Jepang di Tarik Dari Peredaran
7 December 2011, 3 years ago
Pelacakan kandungan zat-zat radioaktif yang dilakukan oleh pemerintah Jepang menemukan bahwa ada jejak kandungan radioaktif pada susu formula bayi yang di pajang di supermarket Jepang.

Lebih dari 400.000 kaleng susu formula merek Meiji Step di tarik dari rak-rak supermarket di seluruh negeri setelah di temukannya penemuan ini.

Kontaminasi ini di percayai berhubungan dengan krisis Nuklir di Pembangkit Listrik Fukushima, yang rusak parah akibat gempa bumi dan tsunami, Maret lalu.

Seperti di lansir dari The Telegraph (07/11), tingkat radiasi yang di temukan dalam susu bayi tersebut berada pada kisaran 22-31 becquerels per kilogram, yang sebeneranya masih berada di bawah batas normal yaitu dibawah 200 becquerel namun tetap menimbulkan rasa khawatir bagi para orang tua.

Terdapat peningkatan rasa gelisah di antara konsumen Jepang terhadap keamanan makanan, terutama bagi mereka yang memiliki bayi dan anak kecil yang sangat rentan terhadap efek negatif paparan radiasi.

Beras, Daging, produk berbahan dasar susu dan teh hijau adalah produk-produk makanan yang didapati memiliki kandungan radiokatif selama 9 bulan ini, meskipun pemerintah telah memberikan jaminan akan pengawasan yang lebih teliti.

Susu formula bayi yang merupakan produk terakhir yang sangat di takuti apabila terkena kontaminasi radiasi itu, di produksi dai sebuh pabrik di daerah Saitama, sekitar 124 km dari komplek pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang rusak.

Meiji sebagai produsen utama susu, panganan dan obat-obatan di Jepang, sedang diselidiki akan kemungkinan masuknya Cesium (kandungan kimia) pada susu formula selama proses pengeringan, lebih mungkin daripada keberadaannya di dalam bahan-bahan mentah.  

Tingkat saham perusahaan tersebut, yang hanya menjual susu formula di Jepang, turun sekitar 10 % pada pembukaan bursa efek Tokyo sebagai efek munculnya pengumuman ditariknya produk susu mereka.


(sf/telegraph)
 
 
 
 
Please login or sign up to comment
Other Topics


About Us | Term of Service | Contact Us