Memobee
Everybody's a Journalist  Add Journal  
Sisca Yofie - Pembunuhan atau Penjambretan? (Analisa kasus)
Sisca Yofie - Pembunuhan Atau Penjambretan? (Analisa Kasus)   
 
Posted by Aldo Sebastian

1 year ago

 

Masih teka teki ..... Sisca Yofie - Gadis Malang yang menjadi korban (pembunuhan atau penjambretan?) - Rekonstruksi kejadian akan digelar tanggal 22 Agustus dengan kawalan 391 polisi.

 

Berita meninggalnya Sisca Yofie, gadis berusia 30 tahunan dari keturunan etnis Tionghoa masih mengundang misteri, banyak orang meragukan kasus ini adalah murni penjambretan setelah beberapa bukti dan logika yang tidak konsisten dilakukan oleh para penegak hukum dan keadilan.

 

Mau tahu bukti-bukti apa yang mengundang pertanyaan dan mengapa Polisi tetap diam saja atas kasus ini? Berikut analisa singkat atas kasus Sisca Yofie :

 

1. Rambut terjepit gir motor. Menurut ahli forensik yang menangani kasus Sisca Yofie. Rambut Sisca panjangnya saat itu adalah 30 cm. Adalah tidak mungkin dan tidak ada dasar logika bahwa rambut 30 cm bisa terjepit dalam gir motor dan tertarik hingga ratusan meter jauhnya. Beberapa saksi mata meyakinkan polisi bahwa tangan kiri pelaku menjambak rambut korban dan menggeretnya hingga mukanya tertelungkup ke dasar tanah. Saksi-saksi mata yang diwawancarai beberapa media menyatakan mereka masih bisa melihat bahwa tangan kiri pelaku menarik rambut korban. Begitu anehnya, penuturan pelaku pun menyatakan bahwa pelaku juga memotong rambut korban dengan golok. 

 

 

2. Body motor milik pelaku dibakar setelah kejadian penjambretan dan Iphone korban yang dibuang ke sungai. 

 

 

Suatu keanehan bahwa pelaku penjambretan dengan kerelaannya membakar body motor, berapa biaya yang harus dikeluarkan dengan membakar body motor tersebut dan dengan kenyataan hanya uang sebesar 1 juta yang diambil, itupun menurut penuturan polisi, sampai saat ini tidak ada bukti yang menyatakan adanya kehilangan barang berharga milik Sisca Yofie. Pembakaran body motor biasanya dilakukan untuk menghapus jejak dan biasanya pelaku penjambretan tidak melakukan hal tersebut apabila hanya uang atau harta berharga yang diambil. Anehnya Iphone milik korban pun dibuang ke sungai. Biasanya dalam kasus penjambretan, I phone adalah barang yang cukup berharga dan seharusnya tidak dibuang. Ditambah pengakuan pemilik kos, bahwa lap top korban masih ada di mobil milik korban setelah kejadian.

 

3. Pelaku tidak pernah dimunculkan wajahnya oleh Polisi dan di berbagai media

 

 

Adanya pelaku yang tiba-tiba mengaku dan mukanya selalu ditutupi di media menyiratkan adanya ketidaktransparanan dalam penyelidikan kasus ini. Anehnya baru-baru ini polisi menangkap pembunuhan atas seorang gadis di Pamulang yang mukanya langsung diekspos oleh media. 

 

4. Surat-surat mengenai hubungan asmara dengan Kompol A dan wajah Kompol A yang tidak pernah diekspos oleh media menyiratkan adanya usaha Polisi untuk melindungi oknum tertentu.

Sudah barang tentu kita akhirnya mengetahui adanya hubungan asmara Sisca Yofie dengan Kompol A sejak pertemuan di tahun 2002, dan berlanjut ketika korban bertemu Kompol A yang sudah beristri di tahun 2010. Anehnya walaupun pengakuan Kompol A via Polisi di beberapa media menyatakan bahwa hubungan tersebut sudah berakhir di tahun 2012, mengapa Sisca Yofie menyimpan surat-surat cinta serta foto pribadi dalam kamar kosnya di bulan Agustus 2013. Apakah ini menyiratkan masih ada hubungan atau komunikasi yang terjalin di tahun 2013.

 

5. Sisca Yofie berganti kos sampai 3 kali untuk menghindari 2 orang yang membuntutinya

 

Dalam penuturan korban kepada pemilik kos, Sisca menyatakan bahwa dirinya tidak mau diketahui oleh siapapun kalau korban tinggal di tempat kos tersebut, dan pernyataan keluarga Sisca yang menyatakan Sisca berpindah-pindah tempat kos makin membuat misteri atas kasus ini. Sisca seolah-olah menghindar dari seseorang atau takut akan ancaman seseorang.

 

6. Saksi mata yang menyatakan Sisca sering dibuntuti

 

Beberapa saksi mata menyatakan bahwa Sisca sering dibuntuti oleh 2 orang yang mengendarai motor yang ternyata adalah anak buah dari Kompol A. Mengapa 2 orang ini membuntuti Sisca masih menyisakan pertanyaan.

 

7. Menurut rekan kerja Sisca, korban akan menikah dalam waktu dekat

 

 

Menurut penuturan rekan kerja Sisca, beberapa rekan kerjanya mengetahui bahwa Sisca mempunyai hubungan dengan Kompol A dan akan menikah dalam waktu dekat. Hal ini juga suatu kejanggalan mengingat penuturan Kompol A, dirinya sudah tidak lagi berhubungan dengan Sisca.

 

8. Rekonstruksi kejadian pada tanggal 22 Agustus dikawal sebanyak 391 polisi

Begitu anehnya rekonstruksi kejadian terbunuhnya Sisca yang akan dilakukan tanggal 22 Agustus 2013 dikawal oleh sebanyak 391 orang polisi.

 

9. Akun Facebook Sisca ditutup. Penutupan akun facebook Sisca diduga untuk menghilangkan informasi yang justru penting untuk melacak siapa aktor di belakang pembunuhan Sisca.

 

10. Sisca menangis di makam ibunya sehari sebelum ia meninggal. Kesaksian penjaga kuburan yang mengenal Sisca, mengetahui bahwa Sisca menangis di makam ibunya sehari sebelum ia meninggal. Ibu korban menurut penuturan polisi sempat diproses Polisi akibat kasus kehilangan mobil DX milik Kompol A dimana saat itu Kompol A tidak dapat menemukan Sisca sehingga akibatnya, ibu Sisca terpaksa diseret ke Kepolisian. Mungkin itulah yang menyebabkan Sisca menyesal atas kematian ibunya pasca kejadian tersebut.

 

11. Kompol A diduga memiliki hubungan erat dengan pejabat negara

Dugaan ini makin kuat dengan fakta bahwa 391 orang akan menjaga rekonstruksi kejadian tanggal 22 Agustus 2013, berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan untuk menjaga proses tersebut kalau bukan dari seseorang yang berpengaruh.

 

Namun, kasus ini tetap harus dibongkar siapapun aktor dibelakang pembunuhan Sisca, polisi dan media harus bekerja keras untuk menyelesaikan kasus ini/

 

(Dikutip dari berbagai sumber, tribun, youtube, indonesianewyork berita)

 

 
 
 
 
 
Please login or sign up to comment
Other Articles by Aldo Sebastian

Related Stories

Trending Articles


About Us | Term of Service | Contact Us