Memobee
News
Keyword:
Penyakit Langka, Kakak Beradik Diprediksi Meninggal Sebelum Usia 12
Penyakit Langka, Kakak Beradik Diprediksi Meninggal Sebelum Usia 12
13 January 2012, 2 years ago
Bagi kebanyakan keluarga, saat anak merayakan hari ulang tahun merupakan hari yang paling membahagiakan bagi orang tua, khususnya bagi seorang ibu.

Melihat mereka tumbuh besar hingga menjadi dewasa, tentunya memberikan kepuasan tersendiri setelah susah payah mengandung selama 9 bulan. Tapi bagi Jayne Lennon, perayaan ulang tahun seperti menjadi momen menakutkan, karena dia tahu setiap pergantian usia, dua anak yang dicintainya semakin dekat dengan kematian.

Dua anak Jayne, Ashleigh (5 tahun) dan Alisha (3 tahun), hidup dalam bom waktu. Keduanya didiagnosa menderita sebuah penyakit genetis langka, yang menyimpulkan keduanya akan meninggal sebelum usia 12 tahun.

Ashleigh dan Alisha adalah satu-satunya kakak beradik di Inggris yang menderita penyakit 'Late Infantile Batten' yang hanya menimpa 1 dari 300.000 kelahiran.

Penyakit ini diklaim membuat berbagai saraf dalam tubu berangsur-angsur mati dan kemudian mereka meninggal diantara usia 8 dan 12 tahun. Untuk penyakit ini, dokter belum menemukan obat untuk penyakit ini.

Seperti yang dilansir Mirror, Jum'at (13/01/2012), Jayne bercerita bahwa Asheigh dilahirkan bulan Mei 2003 dengan kondisi sehat tanpa ada kekurangan apapun. Namun beberapa hari kemudian, Jayne mulai menemukan ada kejanggalan pada putrinya itu.

"Saya merasa ada yang tidak beres. Dia terlihat malas, tdak mau sikat gigi sendiri. Dia sangat manja dan selalu menuntut," ujar Jayne

Seiring pertumbuhannya, Jayne juga melihat Ashleigh menjadi lebih obsessive. Seperti saat menonton TV, Asleigh selalu meminta tayangan yang sama diulang terus menerus, dan jika menolak, dia akan marah dan menangis. Kondisi ini semakin membuat Jayne khawatir, namun dokter yang ditemuinya menjamin bahwa kondisi Asleigh baik-baik saja.

Saat Asleigh berusia 3 tahun, Jayne melahirkan anak ketiganya, Alisha. Asleigh mulai sering mengalami kejang-kejang serta tidak pernah fokus dan berinteraksi dengan orang disekitarnya. Akhirnya Asleigh pun didiagnosa menderita penyakit autis dan epilepsi.

Belum genap Asleigh berusia 5 tahun, kabar mengejutkan tersebut datang. Dari berbagai tes yang dilakukan, dokter menyimpulkan Ashley menderita penyakit Batten. Dokter juga menjelaskan kepadanya bahwa penyakit tersebut belum ada obatnya. Asleigh bahkan diprediksi hanya bertahan hingga usia 12 tahun.

"Itu sangat menyakitkan bagi kami, mendengar Asleigh didiagnosa penyakit tersebut dan kami tidak bisa melakukan apapun," katanya.

Setelah kabar ini, Jayne kembali dihadapi dengan kenyataan pahit. Pasalnya dokter menyebut penyakit ini bersifat genetik. Dan setidaknya ada 1 dari 4 kemungkinan jika Alisha membawa penyakit yang sama.

Akhirnya ketakutan Jayne terbukti ketika Alisha menderita gejala yang sama dengan Asleigh.

"Dia mulai kesulitan berbicara dan sering jatuh. Dalam hati, saya tahu hal itu membuat saya takut,"

Selanjutnya 6 bulan setelah Asleigh didiagnosa, tes kepada Alisha menunjukkan hasil yang sama. Sang adik juga mengidap penyakit Batten.

Walau dalam hati masih terbesit sebuah harapan, namun kini Jayne mau tidak mau menerima kenyataan jika cepat atau lambat dirinya akan kehilangan kedua anaknya.

"Terkadang saya ingin menghentikan waktu untuk membuat mereka tetap seperti saat mereka masih sehat," katanya.

Asleigh pun mulai mengalami kebutaan, tidak bisa bicara ataupun bergerak serta membutuhkan perawatan intensif sang ibu selama 24 jam. Ia sempat masuk dan keluar rumah sakit sebelum akhirnya meninggal tahun lalu.

Jayne pun kini tinggal menyisakan Alisha. Meski tidak banyak berharap, dalam hati, Jayne masih tetap ingin Alisha tumbuh hingga dewasa.

"Saya sadar akan kehilangan mereka berdua. Itu adalah mimpi buruk dari setiap ibu di dunia. Tapi demi mereka saya harus tetap tersenyum," pungkasnya.

(as/mirror)
 
 
 
 
Please login or sign up to comment
Other Topics


About Us | Term of Service | Contact Us