Memobee
Share My Story    Add a Story  
Peneliti menemukan benda peninggalan zaman Neolitikum yang berusia sekitar 6000 tahun.
Peneliti Menemukan Benda Peninggalan Zaman Neolitikum Yang Berusia Sekitar 6000 Tahun.   
 
Posted by Yudi Hendrich

8 months ago

Our Sponsor

 

 

Mencairnya lapisan es di pegunungan di Norwegia akibat pemanasan global telah memunculkan suatu penemuan artefak peninggalan masa silam.

 

Salah satu penemuan ini adalah sebuah tunik dari zaman besi, anak panah dan busur fragmen dari zaman Neolitikum yang diperkirakan berusia sekitar 6000 tahun.

 

Temuan ini diterbitkan dalam dua makalah di jurnal Antiquity.

 

"Penemuan baru ini sangat penting untuk menggambarkan bagaimana kaitan dunia pakaian dan produksi tekstil Eropa utara dengan bangsa Romawi," kata Marianne Vedeler dari Universitas Oslo, Norwegia, yang meneliti pakaian tersebut.

 

Tunik tersebut, ditemukan di gletser Lendbreen di Norwegia, sebagian berwarna keputihan akibat paparan matahari dan angin.

 

Pakaian ini dibuat antara tahun 230 dan 390 Masehi dan merupakan salah satu dari hanya segelintir tunik yang berasal dari periode ini.

 

Dua kain yang berbeda yang ada dan ujung serat mengungkapkan bahwa keduanya terbuat dari wol.

 

"Tunik dari Lendbreen sekilas seperti sejenis pakaian hangat yang sering digunakan oleh pemburu yang kerap berburu di dataran es Skandinavia untuk mengejar rusa.

 

Di baju itu tidak ada tombol atau ikatan, tetapi itu hanya seperti sweater," kata Vedeler.

 

Salju di pegunungan Norwegia dan di tempat lain yang dengan cepat mencair karena perubahan iklim, kini memunculkan penemuan-penemuan baru yang begitu terawat.

 

Anak panah dan busur fragmen yang berusia jauh lebih tua dan juga ditemukan di dataran salju yang meleleh di bawah sinar matahari.

 

Martin Callanan dari Universitas Sains dan Teknologi Trondheim, Norwegia yang menulis makalah mengenai panah dan busur fragmen, mengatakan "Ketika orang kehilangan anak panah, sulit untuk menemukan benda itu lagi di padang salju."

 

Selama ini, artefak-artefak ini terawetkan dengan baik mengingat tuanya usia dang tingkat kerapuhan mereka.

 

Namun seiring dengan cepatnya salju mencair, artefak lain mungkin bisa rusak sebelum sempat ditemukan.

 

"Jumlah dan keantikan dari beberapa artefak ini belum pernah terjadi sebelumnya di hampir sepanjang abad sejarah penelusuran ladang salju di wilayah ini," kata Callanan.

 

yhwp/reuters

 
 
 
 
 
Please login or sign up to comment
Other Articles by

Related Stories

Trending Articles


About Us | Term of Service | Contact Us