Memobee
News
Keyword:
Timeline Kesuksesan Om Liem Dari Masa ke Masa
Timeline Kesuksesan Om Liem Dari Masa ke Masa Monday, 11 June 2012 11:43 am - Bisnis & Ekonomi

Kabar meninggalnya salah satu pengusaha terkaya dan paling sukses di Indonesia, Lim Sioe Liong, menjadi headline di berbagai media massa.

Seperti yang dilansir, Liem yang lahir pada 16 Juli 1916 menutup mata di RS Mount Elizabeth Singapura pada usia 96 tahun kemarin (10/6) sekitar pukul 14.50. Liem meninggalkan istri, Lie Las Nio atau Lilani dan empat orang putra-putri, yakni Albert, Andre Halim, Anthony Salim, dan Mira.

Semasa hidupnya, tokoh yang memiliki nama lain Soedono Salim atau yang biasa dipanggil Om Liem dikenal karena keuletannya di dunia bisnis. Kesuksesannya membangun kerajaan bisnis di Indonesia membawanya menjadi salah satu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Mungkin banyak orang yang menilai kesuksesan Liem sepertinya didapat dengan mudah, namun faktanya pebisnis yang sangat dekat dengan penguasa Orde Baru ini membutuhkan perjuangan tanpa kenal lelah untuk mencapai taraf tertinggi.

Dari mulai hijrah ke Jakarta, menjajakan kopi bubuk, menjadi pemasok cengkeh, mendirikan perusahaan Indofood dan BCA hingga kemudian sempat runtuh akibat jatuhnya kekuasaan Soeharto di tahun 1998, berikut ini adalah perjalanan sukses Liem Sioe Liong dari masa ke masa.

  • 16 Juli 1916, Liem Sioe Liong lahir di Fuqing, Provinsi Fujian.

 

  • Tahun 1938, Liem hijrah ke Indonesia, menyusul kakaknya, Liem Siohe Hie dan kakak iparnya Zheng Xusheng yang lebih dulu menjadi saudagar minya sawit di Medan sejak 1922. Liem hijrah akibat kondisi politik di China yang saat itu sedang kacau balau. Ia berlabuh di Surabaya yang saat itu masih bernama Hindia Belanda. Di zaman itu, Liem sempat di tahan pemerintah Hindia Belanda sebelum akhirnya ditebus kakaknya.

 

  • Tahun 1940, setelah mencoba berbagai usaha, mulai dari membuka bisnis kerupuk dan tahu, kemudian menjajakan kopi, Tahun 1940an Liem mulai bangkit menjadi salah satu pemasok sawit terbesar. Setelah itu ia hijrah ke Kudus, memulai usaha sebagai penyalur cengkih dan tekstil.

 

  • Tahun 1945, bisnis Om Liem berkemang dengan membantu suplai obat ketika perang kemerdekaan. Om Liem berhasil membangun hubungan baik dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di sini ia pun berkenalan dengan Soeharto yang saat itu masih menjadi tentara biasa sebelum akhirnya kemudian menjadi Presiden RI.

 

  • Tahun 1952, Om Liem berhasil mengembangkan kembali bisnisnya yang kali ini berupa pabrik sabun. Ia mendapat hak monopoli untuk memasok sabun bagi tentara dari Soeharto.

 

  • Tahun 1957, Om Liem mendirikan bank swasta bernama Central Bank Asia.

 

  • Tahun 1960, Central Bank Asia kemudian berubah nama menjadi Bank Central Asia (BCA).

 

  • Tahun 1968, Om Liem kembali mendapatkan keistimewaan dengan hak untuk memonopoli impor cengkeh. Tidak hanya itu ia juga melakukan kerja sama dengan pebisnis Hokchia, China, untuk memonopoli bisnis tepung terigu.

 

  • Tahun 1969, Om Liem merubah namanya menjadi Sudono Salim setelah rezim Soeharto mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No.6 Th. 1969 agar warga keturunan Tionghoa mengganti nama mereka.

 

  • Tahun 1973, dari hasil kedua usahanya di atas, Om Liem kemudian mendirikan pabrik semen yang sekarang di kenal dengan nama PT. Indocement Tbk.

 

  • Tahun 1990, memanfaatkan terigu yang dikuasainya, Om Liem kemudian mendirikan PT. Indofood Tbk, yang hingga kini mengusai pasar mie instand dan terigu di tanah air.

 

  • Tahun 1992, Om Liem menyerahkan manajemen Salim Grup ke putranya, Anthony Salim.

 

  • Tahun 1997, kelompok usaha Salim Grup memiliki sekitar 500 perusahaan dengan nilai sekitar mencapai USD 20 miliar dan memiliki tak kurang dari 200 ribu tenaga kerja. Salim juga langganan daftar 25 besar pengusaha terkaya di Asia dan 100 Orang Terkaya di Dunia versi majalah Forbes.

 

  • Tahun 1998, bisnis Liem mengalami kemunduran hingga harus melego 108 perusahaan kepada pemerintah guna membayar hutangnya. Tepat menjelang kejatuhan Soeharto, rumah Liem di Pasar Baru, Jakarta, dijarah dan dibakar oleh massa saat aksi kerusuhan bulan Mei. Momen paling dramatis yang terekam kamera adalah seorang penjarah membawa foto besar Liem dan membakarnya di depan pagar rumahnya. Hal inilah yang kemudian membuatnya trauma dan memutuskan pindah ke Singapura setelah sebelumnya sempat mengungsi ke Los Angeles, AS.

 

  • Tahun 2004, Anthony Salim kembali menjadi menjadi nahkodan PT. Indofood Tbk, setelah sebelumnya manajemen diserahkan kepada pihak profesional.

 

  • 10 Juni 2012, Om Liem menutup mata di RS Mount Elizabeth Singapura pada pukul 15.00 WIB, di usia 96 tahun. Rencananya ia akan disemayamkan di Mount Vernon Parlours, 121 Aljunied Road, Singapura.  


Selamat jalan Om Liem!

 
 
 
 
Please login or sign up to comment
Related Topicss


About Us | Term of Service | Contact Us