4 'Come Back' Dramatis Dalam Sejarah Sepak Bola
Friday, 28 January 2011 10:25 am - Olahraga
Tertinggal 2-0, Manchester United berhasil mengembalikan keadaan dengan tiga gol di menit akhir pertandingan kontra Blackpool untuk kemudian mengamankan kemenangan yang cukup dramatis.
Ini dia beberapa come back dramatis yang terjadi dalam sejarah dunia Sepak Bola seperti yang di kutip dari espn.
Yugoslavia 5-5 Uni Soviet (Olimpiade 1952, putaran ke-1)
Pada pertandingan ini, tim Yugoslavia unggul 5-1 hingga menjelang 15 menit akhir pertandingan sebelum akhirnya harus rela kebobolan di menit 75, 77, 87 dan menit 89. Adalah Vsevolod Bobrov yang membuat Uni Soviet bangkit dengan menciptakan hattrick.
Sayangnya, ketika pertandingan Replay dilakukan, Uni Soviet harus takluk 1-3 dari Yugoslavia.

Wasit Arthur Ellis
Pertandingan ini dianggap come back yang sangat fantastis. Wasit yang menjadi pengadil pertandingan ini, Arthur Ellis, mengatakan bahwa pertandingan itu merupakan hasil seri yang sangat pantas sekaligus yang paling terdramatis dalam sejarah.
Inggris 2-3 Jerman Barat (Perempat Final Piala Dunia 1970)
Inggris yang menjadi juara dunia sebelumnya datang ke Piala Dunia yang dilangsungkan di Meksiko ini dengan rasa percaya diri cukup tinggi, bahkan dalam waktu 49 menit mereka telah unggul 2-0 pada pertandingan perempat final melawan Jerman Barat, finalis yang mereka kalahkan di tahun 1966.

Pemain Inggris Francis Lee keluar lapangan dengan kecewa ketika Uwe Seeler dengan bahagia memeluk Klaus Fichtel
Namun, harapan inggris harus musnah ketika keadaan berbalik dimana Franz Beckenbauer mencetak gol pertama di menit 68. Bahkan Jerman Barat mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit 76 sehingga memaksa pertandingan berlanjut ke extra time.
Come back Jerman semakin komplit ketika di menit 108 pemain legenda Gerd Muller menjebol gawang kiper pengganti Inggris Gordon Banks, Peter Bonetti.
Manchester United 2-1 Bayern Munich (Final Liga Champion 1999)
Laga ini tidak kalah dramatisnya dimana United tampil untuk pertama kalinya di final Liga Champion sejak kesuksesan tahun 1968 mereka. Mereka berhadapan dengan juara tiga kali Bayern Munich tanpa Roy Keane dan Paul Scholes. Bahkan setelah enam menit, mereka harus tertinggal 1-0 akibat gol dari tendangan bebas Mario Basler.
Bayern terus menampilkan permainan yang apik untuk terus menjaga keunggulan dimana kapten Bayern Lothar Matthaus memimpin pertahanan Bayern dengan sukses.
Kemudian keadaan berubah ketika sweeper yang kala itu berusia 38 tahun digantikan di menit 80 akibat tekel David Beckham.

Ole Gunnar Solksjaer & Teddy Sherringham membawa United menjuarai trofi Liga Champion 1999
Lalu, melalui duo super sub mereka. United mengubah kedudukan melalui Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer di menit 91 dan 93 untuk mengamankan treble mereka di musim itu.
Kegembiraan pecah bagi kubu United, sementara Bayern hanya bisa meratapi kekalahan menyesakkan mereka. Salah satunya adalah Samuel Kuffour yang harus menangis yang gagal mencegah terjadinya gol kedua.
Liverpool 3-3 (3-2 Adu Penalti) AC Milan (Final Liga Champion 2005)
Mungkin final Liga Champion kala itu adalah final yang sangat menyesakkan bagi AC Milan. Klub asal Italia ini sangat diunggulkan karena memiliki pemain dengan materi yang lebih menawan dibandingkan Liverpool.
Bahkan boss AC Milan kala itu Carlo Ancelotti menegaskan bahwa pengalaman yang dimiliki anak didiknya menjadi keunggulan. Benar saja, Milan hanya butuh waktu 53 detik untuk unggul melalui pemain yang paling senior dan berpengalaman Paolo Maldini. Setelah itu, dua gol dari Hernan Crespo sebelum babak pertama usia membuat Liverpool tertinggal 3-0.
Di babak kedua, perubahan dilakukan Rafael Benitez deng memasukkan Dietmar Hamann menggantikan Steve Finnan untuk menetrallisir Kaka. Hasilnya sangat efektif, Liverpool bangkit dalam waktu hanya enam menit di awal babak kedua. Gol Steven Gerard, Vladimir Smicer dan Xabi Alonso berhasil menyamakan kedudukan.

Penalti Andrei Shevchenko di gagalkan Jerzy Dudek dalam drama adu penalti yang dimenangi Liverpool 3-2
Liverpool akhirnya berhasil keluar dari tekanan dan memaksa pertandingan hingga babak penalti. Kiper Jerzy Dudek melakukan penyelamatan gemilang dengan memblok tendangan Andrei Shevchenko hingga akhirnya unggul 3-2. Pertandingan ini sendiri dikenang sebagai "Keajaiban Istambul" oleh Inggris. (as/espn)
Ini dia beberapa come back dramatis yang terjadi dalam sejarah dunia Sepak Bola seperti yang di kutip dari espn.
Yugoslavia 5-5 Uni Soviet (Olimpiade 1952, putaran ke-1)
Pada pertandingan ini, tim Yugoslavia unggul 5-1 hingga menjelang 15 menit akhir pertandingan sebelum akhirnya harus rela kebobolan di menit 75, 77, 87 dan menit 89. Adalah Vsevolod Bobrov yang membuat Uni Soviet bangkit dengan menciptakan hattrick.
Sayangnya, ketika pertandingan Replay dilakukan, Uni Soviet harus takluk 1-3 dari Yugoslavia.

Wasit Arthur Ellis
Pertandingan ini dianggap come back yang sangat fantastis. Wasit yang menjadi pengadil pertandingan ini, Arthur Ellis, mengatakan bahwa pertandingan itu merupakan hasil seri yang sangat pantas sekaligus yang paling terdramatis dalam sejarah.
Inggris 2-3 Jerman Barat (Perempat Final Piala Dunia 1970)
Inggris yang menjadi juara dunia sebelumnya datang ke Piala Dunia yang dilangsungkan di Meksiko ini dengan rasa percaya diri cukup tinggi, bahkan dalam waktu 49 menit mereka telah unggul 2-0 pada pertandingan perempat final melawan Jerman Barat, finalis yang mereka kalahkan di tahun 1966.

Pemain Inggris Francis Lee keluar lapangan dengan kecewa ketika Uwe Seeler dengan bahagia memeluk Klaus Fichtel
Namun, harapan inggris harus musnah ketika keadaan berbalik dimana Franz Beckenbauer mencetak gol pertama di menit 68. Bahkan Jerman Barat mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit 76 sehingga memaksa pertandingan berlanjut ke extra time.
Come back Jerman semakin komplit ketika di menit 108 pemain legenda Gerd Muller menjebol gawang kiper pengganti Inggris Gordon Banks, Peter Bonetti.
Manchester United 2-1 Bayern Munich (Final Liga Champion 1999)
Laga ini tidak kalah dramatisnya dimana United tampil untuk pertama kalinya di final Liga Champion sejak kesuksesan tahun 1968 mereka. Mereka berhadapan dengan juara tiga kali Bayern Munich tanpa Roy Keane dan Paul Scholes. Bahkan setelah enam menit, mereka harus tertinggal 1-0 akibat gol dari tendangan bebas Mario Basler.
Bayern terus menampilkan permainan yang apik untuk terus menjaga keunggulan dimana kapten Bayern Lothar Matthaus memimpin pertahanan Bayern dengan sukses.
Kemudian keadaan berubah ketika sweeper yang kala itu berusia 38 tahun digantikan di menit 80 akibat tekel David Beckham.

Ole Gunnar Solksjaer & Teddy Sherringham membawa United menjuarai trofi Liga Champion 1999
Lalu, melalui duo super sub mereka. United mengubah kedudukan melalui Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer di menit 91 dan 93 untuk mengamankan treble mereka di musim itu.
Kegembiraan pecah bagi kubu United, sementara Bayern hanya bisa meratapi kekalahan menyesakkan mereka. Salah satunya adalah Samuel Kuffour yang harus menangis yang gagal mencegah terjadinya gol kedua.
Liverpool 3-3 (3-2 Adu Penalti) AC Milan (Final Liga Champion 2005)
Mungkin final Liga Champion kala itu adalah final yang sangat menyesakkan bagi AC Milan. Klub asal Italia ini sangat diunggulkan karena memiliki pemain dengan materi yang lebih menawan dibandingkan Liverpool.
Bahkan boss AC Milan kala itu Carlo Ancelotti menegaskan bahwa pengalaman yang dimiliki anak didiknya menjadi keunggulan. Benar saja, Milan hanya butuh waktu 53 detik untuk unggul melalui pemain yang paling senior dan berpengalaman Paolo Maldini. Setelah itu, dua gol dari Hernan Crespo sebelum babak pertama usia membuat Liverpool tertinggal 3-0.
Di babak kedua, perubahan dilakukan Rafael Benitez deng memasukkan Dietmar Hamann menggantikan Steve Finnan untuk menetrallisir Kaka. Hasilnya sangat efektif, Liverpool bangkit dalam waktu hanya enam menit di awal babak kedua. Gol Steven Gerard, Vladimir Smicer dan Xabi Alonso berhasil menyamakan kedudukan.

Penalti Andrei Shevchenko di gagalkan Jerzy Dudek dalam drama adu penalti yang dimenangi Liverpool 3-2
Liverpool akhirnya berhasil keluar dari tekanan dan memaksa pertandingan hingga babak penalti. Kiper Jerzy Dudek melakukan penyelamatan gemilang dengan memblok tendangan Andrei Shevchenko hingga akhirnya unggul 3-2. Pertandingan ini sendiri dikenang sebagai "Keajaiban Istambul" oleh Inggris. (as/espn)
Like
824
Report this News
Please login or sign up to comment
Related Topicss
Berita & Peristiwa
- Indonesia Masuk Dalam Negara Paling Rasis Sedunia
- Rumah Warga Di Kanada Diterjang Oleh Tsunami Es
- Kisah Mengharukan Hamilton 'Surfer Girl' yang Akhirnya Bertunangan Setelah Kehilangan Lengan Kirinya Karena Dimakan Hiu
- Kerusuhan Bangladesh Tewaskan 10 Orang dan Ratusan Luka-luka Disebabkan Tuntutan Hukuman Mati Atas Penghinaan Terhadap Islam
- Mengharukan, Ratu Elizabeth Mengunjungi Pusat Rehabilitasi Militer Penyandang Cacat
Bisnis & Ekonomi
- Siapa Orang Terkaya Inggris? Alisher Usmanov Yang Juga Pemilik Klub Arsenal, Makin Banyak Orang Kaya Inggris Adalah Orang Asing
- Sepakat! mata uang Dollar Australia bisa dipakai di Cina.
- Angka tenaga kerja di sektor permainan meningkat.
- Pemerintah AS akan gugat S&P's
- Isabel Dos Santos 'Miliarder Wanita Afrika Pertama''.
Olahraga
- Fans Arsenal Mencuri Perhiasan senilai £ 100.000 Milik Jose Mourinho
- Wilfried Zaha Akhirnya Bergabung Dengan Manchester United Namun Sedikit Yang Tahu Kalau Abangnya Anggota Gangster Berbahaya di Inggris
- Luiz Suarez Liverpool Digambar Seperti Ikan Hiu Sampai Hannibal Oleh Fans
- Gambar Luiz Suarez Liverpool Menggigit Ivanovic Chelsea Dan Tidak Terkena Hukuman Kemudian Membuat Gol
- Manchester United ganti nama pusat latihan
Hiburan
- Pengakuan Yang Emosional Dan Mengharukan Bill Gates Tentang Hubungan dan Persaingannya Dengan Steve Jobs, Founder Apple
- Mau Tahu Penumpang Yang Paling Aneh Dari Subway atau MRT Di New York Sangat Terkenal Tersebut
- Kate Middleton dan Emma Watson Harry Potter Kalah Dari Kristen Stewart Sebagai Wanita Dengan Baju Terbaik Di Dunia
- Coba Lihat Bagaimana Operasi Plastik Membuat Semua Finalis Miss Korea 2013 Terlihat Sama
- Mengapa KBS TV Korea Selatan Melarang Video Psy Terbaru Yang Sudah Mencapai 100 juta View di Youtube
Sains & Teknologi
- Kloning Bayi, Ilmuwan Kembangkan Embrio di Laboratorium Untuk Membentuk Manusia Seutuhnya
- Foto Para Astronot Memperbaiki Kebocoran Pesawat di Antariksa
- Ajaib Ada Baju Yang Tidak Perlu Dicuci Dan Disetrika Selama 100 Hari, Sekarang Bisa Dibeli Dan Pasti Hemat Sekali
- Anjing Dengan Kaki Bionic Mengingatkan Kita Kepada Film Seven Million Dollar Man Sudah Akan Menjadi Kenyataan
- Fitur Sharing di Blackberry Z10 Akan Memberitahu Kepada Seluruh Pengguna BB Apabila Anda Pernah Mengunjungi Situs Porno
Lainnya
- Boneka Barbie Harus Dijadikan Musuh Terbesar Bagi Para Remaja Putri Di Seluruh Dunia
- Ratu Elisabeth Membutuhkan Koki Baru Dengan Gaji 330 Juta Per Tahun, Siapa Yang Mau Mendaftar?
- Mark Zuckerberg Menikmati Pendapatan 20 Triliun Tahun Lalu Dan Menikmati Liburannya Di Hawaii Bersama Istrinya
- Nenek Moyang Manusia Dengan Kerangka Kera?
- Australia minta Corby bebas bersyarat