Cara Pesulap Menipu Kita
Posted by Susi Dwi Hanifah
1 year ago
Ketika menonton sulap, semakin keras Anda mencoba untuk memperhatikan jari-jari kilat
pesulapnya, maka akan semakin mudah Anda tertipu. Ini bukan kebetulan. Ketika
Anda akan mepelajari “Permainan Otak,” sebuah seri baru pada National
Geographic Channel yang menggambarkan mukjizat kecil serta memerlukan perhatian
dan pembentukan memori kenangan, otak berjalan dengan daya 12 Watt atau sekitar
sepertiga dari jumlah yang digunakan oleh sebuah bola lampu kulkas. Daya yang
terbatas semacam itu membuat kita sangat rentan terhadap tipuan karena hanya
memungkinkan kita untuk berkonsentrasi pada satu hal dalam suatu waktu. Pesulap
menggunakan pemikiran tunggal untuk menciptakan efek yang besar.
Otak memiliki dua jenis perhatian.
Pertama, “top-down” atau keputusan untuk memperhatikan, yaitu apa yang Anda
gunakan ketika Anda memutuskan untuk terfokus pada stimulus atau tugas.
Perhatian top-down dikendalikan oleh bagian otak yang disebut korteks prefrontal.
Kedua, “bottom-up” atau keterkejutan ketika kita cepat mengalihkan fokus ke
stimulus yang tak terduga, seperti telepon berdering. Ini adalah respon sistem
yang dikontrol oleh daerah otak yang disebut korteks sensorik.
Pesulap
menipu Anda dengan menguasai kedua bentuk perhatian tersebut. Dalam “Permainan
Otak”, seorang seniman sulap tangan bernama Apollo Robbins, yang pernah
mendampingi mantan Presiden Jimmy Carter, mengatakan, “Mengganggu orang bisa
sangat sederhana.” Robbins menggunakan “gangguan top-down” dengan cara mengajak
orang untuk terfokus pada kata-kata dan tindakannya. Dengan menghibur, ia
menuntut perhatian. Sementara itu, ia diam-diam mengambil jam tangan atau syal
mereka. “Jika saya harus mencuri dari tempat yang sulit, saya menggunakan
strategi perhatian ‘bottom-up’ untuk mengarahkan fokus,” kata Robbins. Bertepuk
tangan keras, gerakan mendadak, atau melambaikan sendok di udara, merupakan
contoh strategi tersebut.
Anda mungkin
berpikir bahwa Anda tidak akan dijatuhkan oleh strategi sederhana seperti itu
karena mungkin menganggap diri Anda multitasker (memperhatikan beberapa hal
sekaligus). Namun, menurut para ahli, multitasking adalah ilusi.
Kenyataannya,
kita hanya dapat memproses satu hal pada suatu waktu. Kita adalah prosesor seri
yang efektif. Ketika kita mencoba
melakukan multitasking, kita hanya beralih dari satu aktivitas ke aktivitas
lainnya.Terlepas dari kenyataan jika scan
otak menunjukkan bahwa kita hanya bisa fokus pada satu hal dalam suatu waktu,
orang sering memiliki ilusi bahwa mereka menyeimbangkan semua tugas yang sama
dan berkinerja baik pada semuanya. Anda menjadi buta terhadap kinerja Anda
sendiri yang terganggu.
/ Sdhanifah
5.0
Like
4718
Report this Review
Please login or sign up to comment