Memobee
My Review     Add a Review   
Tribute to Mocca
Tribute to Mocca   
 
Posted by Hafidz

1 year ago


Saking inspiratifnya band indie pop asal Bandung, Mocca, 25 penulis muda dari berbagai daerah tergugah untuk berkontribusi dalam buku kumpulan cerpen Tribute to Mocca. Buku yang terbit awal Desember lalu ini, bercerita tentang penafsiran mereka terhadap isi lirik Mocca. Seperti karya dari Naluri Bella Wati yang menulis kisah tentang cinta bertepuk sebelah tangan hingga akhirnya bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu dalam ceritanya berjudul “ Butterflies In My Tummy”.


Kemudian ada juga kisah cinta posesif dalam cerpen berjudul “Hyperballad” karya Aditia Yudis. Secara keseluruhan, 25 cerita yang ditampilkan memang mayoritas berkisah persoalan cinta, patah hati, dan kasih sayang.


“Sebenarnya ini bentuk apresiasi kami terhadap Mocca. Mocca itu sudah semacam inspirasi dan musiknya memberikan sesuatu yang lain. Mocca tuh udah kayak soundtrack hidup,” ujar Naluri Bella Wati yang juga menjadi publisis kumcer Tribute To Mocca bersama Harninda Syahfitri.


Buku kumpulan cerpen Tribute To Mocca ini dibuat secara kolektif. Setelah Mocca menggelar konser terakhirnya, Naluri bersama kawan-kawannya yang tergabung dalam komunitas penulis NulisBuku berencana untuk memberikan apresiasi kepada Mocca. 25 penulis yang tergabung pun berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor, hingga Palembang yang tergabung dalam Swinging Writers.


“Ide awalnya iseng saja. Pas habis nonton konser last show Mocca, ide ngumpulin teman-teman sesama penulis buat bikin kumcer tentang Mocca itu muncul. Kami juga terinspirasi dari karya The Trees and The Wild yang juga pernah dibikin kumpulan cerpennya. Apalagi saya ingat Rekty (vokalis The S.I.G.I.T.) pernah bilang bahwa kalau suka sama idola, jangan hanya jadi pemuja. Tapi itu menjadi dinamo buat jadi karya,” tutur Naluri, “Bahkan dukungan dari manajemen Mocca dan label mereka FFWD Records juga sudah sangat berarti”.


Buku ini dikerjakan selama sekitar tiga bulan. Sistem distribusi buku ini yaitu pre-order dan print on demand (POD), sebuah sistem percetakan buku sesuai dengan permintaan yang masuk. Menurut Naluri, publisis mengajak para penulis untuk berkontribusi. Meski tidak semuanya fans Mocca (Swinging Friends).


“Kami para koordinator hanya memilih 25 lagu yang bagus dan bermakna. Dan intinya, lagunya itu jadi hits. Karena, para penulis yang terlibat tidak semuanya para Swinging Friends. Bahkan ada yang nggak tahu Mocca,” papar Naluri.


“Pada akhirnya penulis bisa bebas menafsirkan lirik-lirik tersebut jadi cerita. Karena itu bentuk apresiasi mereka. Jadinya kebanyakan bercerita soal kisah cinta dan patah hati, saya melihat itu karena mudah ditafsirkan. Saya juga ingin melihat interpretasi penulis terhadap lagu itu pun sejauh mana,” lanjutnya.

 
 
 
 
 
Please login or sign up to comment
Other Articles by Hafidz

Related Stories

Trending Articles


About Us | Term of Service | Contact Us