Memobee
Everybody's a Journalist     Add a Journal   
Sapi Kawin Sama Banteng? Jadilah Karwo
Sapi Kawin Sama Banteng? Jadilah Karwo   
 
Posted by Yos

2 years ago

Our Sponsor
Taman Safari Indonesia II Prigen Kabupaten Pasuruan berhasil mengawinkan pejantan banteng (Bos javanicus) dengan betina sapi Bali. Hasil perkawinan silang ini melahirkan pedet jantan dengan bobot sekitar 25 kilogram, Kamis, 5 April 2012. "Diberi nama Karwo, sesuai dengan permintaan Pak Gubernur (Jawa Timur Soekarwo)," kata kurator Satwa TSI II, Ivan Chandra, Sabtu, 7 April 2012.

Pedet hasil kawin silang terpantau sehat dan menyusu ke induknya. Namun berdasarkan pengamatannya bentuk tubuh sapi Karwo lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan pedet umumnya. Ivan oun optimistis perkawinan silang ini akan menghasilkan turunan sapi Bali yang berkualitas.

Pertumbuhan sapi anakan banteng ini akan terus dipantau dan diteliti. Di antaranya pertumbuhannya setiap bulan, ketahanan terhadap penyakit, dan variasi genetikanya.

Saat ini TSI II dan Dinas Peternakan Jawa Timur terus meneliti hasil perkawinan silang banteng dan sapi Bali untuk meningkatkan kualitas sapi Bali. "Semen hasil kawin silang juga bisa diambil untuk inseminasi buatan," katanya.


Banteng Jawa dan Sapi Bali di kandang Taman Safari Prigen

Banteng pejantan merupakan anakan banteng hasil relokasi dari Taman Meru Betiri
di Sarongan, Kecamatan Sukamade, Kecamatan Banyuwangi, pada 2006. Sebanyak 20 ekor banteng direlokasi setelah merusak ladang penduduk serta menyerang warga setempat hingga melukai seorang warga.

Sedangkan 10 ekor sapi Bali betina didatangkan dari unit pelaksana Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Dinas Peternakan Jawa Timur di Batu. Awalnya perkawinan silang antara banteng dan sapi sering gagal. Penyebabnya, bobot banteng seberat 400 kilogram tak sebanding dengan sapi Bali yang berbobot 250 kilogram.

"Berulang kali gagal kawin. Sapi Bali ambruk tak kuat menahan beban tubuh banteng," kata Chief Animal Keeper TSI II, Suwarto.

Cara perkawinan konvensional dianggap paling mudah untuk menghasilkan anakan banteng dan sapi Bali unggulan. Awalnya, direncanakan menggunakan metode inseminasi buatan. Namun petugas kesulitan mengambil sperma atau semen dari banteng jantan.

"Banteng ini masih liar," katanya. Sambil menunggu mempelajari pengambilan semen dan proses inseminasi buatan yang efektif, diterapkan perkawinan konvensional terlebih dahulu. Proses perkawinan ini terus dipantau, diteliti, dan dievaluasi. Tujuannya, untuk menemukan metode perkawinan yang efektif.


Tapi sekarang sudah berhasil, dan inilah penampakan hewan "blasteran" tersebut
(Tempo)
 
 
 
 
 
Please login or sign up to comment
Other Articles by Yos

Related Stories

Trending Articles


About Us | Term of Service | Contact Us