Memobee
Everybody's a Journalist  Add Journal  
Efek Negatif memiliki kebiasaan mengumpulkan barang tidak berguna
Efek Negatif Memiliki Kebiasaan Mengumpulkan Barang Tidak Berguna    
 
Posted by Susi Dwi Hanifah

3 years ago

Inilah salah satu kebiasaan buruk sebagian besar orang : mengumpulkan barang-barang yang sebetulnya sudah tidak diperlukan lagi.

Pernahkah anda masuk ke sebuah rumah dengan banyak tumpukan barang dimana-mana? Buku, koran, kardus, maupun kantong plastik dengan isi yang tidak jelas memenuhi ruangan dalam rumah tersebut. Atau mungkin anda pernah berkunjung ke salah satu kos teman anda dengan kondisi yang sama, sehingga untuk duduk pun anda rasanya sulit?
Apakah yang anda rasakan saat itu? Saya yakin anda akan merasakan ketidaknyamanan.

Atau anda justru termasuk ke dalam kelompok pengumpul barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi? Jika memang demikian, saya sangat menyarankan anda untuk segera melakukan perubahan.
Kenapa? Karena mengumpulkan barang-barang yang tidak diperlukan lagi hanya akan membuat rumah, pikiran dan kehidupan anda berantakan. Rumah yang tak teratur merupakan simbol dari pemikiran yang tak teratur. Barang-barang tersebut akan mengganggu anda secara emosional dan anda semakin berpikiran semrawut.

Saya pernah mengunjungi salah satu rumah kawan saya, yang kebetulan berlangganan koran. Di salah satu sudut rumahnya saya melihat tumpukan koran yang tingginya sudah mencapai langit-langit. Saya bertanya kepadanya untuk apa mengoleksi koran sebanyak itu. Dia mengatakan ingin mengklipping artikel-artikel yang ia suka.
Kira-kira setahun kemudian saya berkunjung ke rumahnya kembali, saya melihat tumpukan korannya bertambah lagi menjadi beberapa baris. Saya bertanya bagaimana dengan artikel-artikel yang ia koleksi. Dia menjawab belum sempat.

Fenomena semacam ini banyak dijumpai. Mungkin anda merasa sayang membuang suatu barang, meskipun anda sendiri tahu bahwa barang tersebut sudah tidak berfungsi lagi bagi anda, dengan dalih siapa tahu barang ini suatu saat dapat digunakan kembali. Atau mungkin anda pernah membeli barang dari sebuah toko dan sampai saat ini anda belum pernah membukanya. Mungkin juga laci-laci anda penuh dengan barang-barang yang pecah, dan lemari pakaian yang penuh dengan baju kuno yang tidak pernah dipakai lagi.

Tidak ada alasan yang kuat sebetulnya mengumpulkan barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi, seperti : kadaluwarsa, pecah, tidak bagus lagi, jelek atau tidak dapat dibersihkan lagi.

Jika anda perhatikan kehidupan orang-orang sukses melalui biografi atau artikel-artikel tentang dirinya, mereka adalah orang yang memiliki kemampuan luar biasa  dalam memangkas barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi. Mereka mampu memisahkan barang yang penting dari barang yang tidak penting.

Kurangilah secara berkala barang-barang yang sudah tidak terpakai. Akan ada efek melegakan yang muncul dari memangkas barang-barang tersebut. Anda memiliki ruang yang lebih luas di rumah anda dan anda membuang perasaan sesak yang datang dari tumpukan barang yang memenuhi semua tempat. Tidak perlu anda memiliki rumah atau perabotan rumah tangga dengan gaya minimalis untuk mempunyai perasaan seperti itu. Cukup periksa laci lemari anda, lemari pakaian anda, di atas lemari, sudut-sudut rumah anda dan dibawah ranjang anda. :)


/sdhanifah

 
 
 
 
 
Please login or sign up to comment
Other Articles by Susi Dwi Hanifah

Related Stories

Trending Articles


About Us | Term of Service | Contact Us